AGAMA 8 – SAKRAMEN TOBAT

Syarat Menerima Sakramen Tobat:

  1. Dibaptis secara katolik
  • Baptis menjadi pintu gerbang untuk menerima sakramen-sakramen lain
  • Dosa menjauhkan hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan Sesama dan manusia dengan Ciptaan Tuhan lainnya
  • Orang perlu menyadari dosanya agar bisa menerima rahmat pengampunan dari Tuhan
  1. Mempunyai kesadaran akan DOSA

C. Datang untuk menerima Sakramen Tobat

  • Peniten (orang yang mengaku dosa) datang kepada Imam/Uskup sebagai pelayan biasa sakramen ini
  • Imam/Uskup hanyalah pengantara rahmat pengampunan, bukan yang mengampuni dosa si peniten

D. Bertobat

  • Tobat berarti punya niat untuk mengubah cara hidup lama yang berdosa dan menjadi pribadi baru yang lebih baik

Tata cara pengakuan dosa

  1. Masuk kamar pengakuan dan membuat tanda salib

b. Mengakukan dosa secara lisan kepada imam

  • Dosa harus disebutkan secara lisan, bukan dalam hati, sebagai ungkapan kesungguhan.
  • Dosa yang diungkapkan biasanya dosa berat (melanggar 10 perintah Allah) dan dosa-dosa yang sering dilakukan
  • Setelah mengaku dosa, imam akan memberikan Absolusi (kata-kata pengampunan “atas nama Gereja dan kuasa yang diberikan Tuhan kepada saya, maka saya mengampuni dosamu. Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus”. Absolusi ini juga merupakan forma sakramen tobat.

c. Menerima penitensi

  • Penitensi adalah denda dosa.
    • Penitensi bisa berupa berdoa atau perbuatan (mis: meminta maaf pada orang yang kita sakiti/musuhi)

d. Keluar dari kamar pengakuan dan melaksanakan penitensi

 

Ekskomunikasi

  • Eks (keluar) + Communio (=kumpulan/jemaat) = dikeluarkan dari kumpulan jemaat/pengucilan.
  • Merupakan  hukuman yang dijatuhkan oleh Gereja kepada umatnya yang dianggap melakukan pelanggaran berat.
  • Siapa saja yang terkena ekskomunikasi?
  1. Menyebarkan ajaran sesat
  2. Melakukan dosa berat seperti pembunuhan, aborsi, dll
  3. Imam yang membocorkan rahasia pengakuan dosa
  4. Tidak mematuhi ajaran resmi Gereja katolik (magisterium)
  • Anggota yang dikenai ekskomunikasi dilarang mengikuti komuni sampai ia bersedia menunjukkan penyesalan dengan cara bertobat.
  • Orang yang terkena sangsi Ex-komunikasi ini bukan berarti sudah tidak Kristen lagi, sebab rahmat Pembaptisan tidak dapat dihapus.
  • jika ia pastor/ kaum klerik, maka tidak dapat lagi menjalankan tugas-tugasnya sebagai pastor/ klerik. Namun mereka masih tetap boleh (bahkan dianjurkan) datang ke Misa Kudus seperti biasa.
  • Maksudnya dari pemberian sangsi ex-komunikasi ini adalah supaya mereka yang melanggar peraturan dapat memeriksa dan memperbaiki diri dan bertobatmelalui Sakramen Pengakuan Dosa.

FILE PRESENTASI Sakramen Tobat