AGAMA 8 – Sakramen Pengurapan Orang Sakit

Arti Sakramen Pengurapan Orang Sakit

  • Sakramen yang diberikan pada orang yang berada dalam bahaya kematian atau dalam kondisi sakit berat/parah
  • Makna: Tuhan ingin dekat dengan si sakit melalui tanda-tanda berikut:
  1. Penumpangan tangan (tanda perlindungan, penghiburan dan penguatan)
  2. Pengurapan dengan minyak
  • Mengapa diberikan pada si sakit?
  1. Sakramen ini berhubungan dengan penyakit; bukan dengan akhir hidup/kematian.
  2. Pada saat sakit keras, orang butuh kembali dan dekat pada Tuhan (bertobat)
  3. Dengan kehendak Tuhan, si sakit bisa kembali pulih secara jiwa dan raga.
  • Mengapa pada orang yang berada dalam bahaya maut?
  1. Sakramen ini menguatkan orang dalam menghadapi perjuangan hidup terakhirnya
  2. Sakramen ini memberikan bekal rohani[1] (viaticum) sebelum si sakit menghadapi ajal
  3. Sakramen ini juga mendatangkan pengampunan dosa[2]

 

Pelaku Sakramen Pengurapan Orang Sakit

  1. Imam   : sebagai pelayan biasa yang menerimakan Sakramen Pengurapan Orang Sakit.
  2. Si Sakit         : sedang sakit/berada dalam bahaya maut dan sudah dibaptis secara katolik
  3. Jemaat : keluarga dan umat di lingkungan setempat

 

Buah-buah Sakramen Pengurapan Orang Sakit

Sakramen ini menganugerahkan rahmat Roh Kudus agar:

  1. Si sakit mendapat kekuatan, ketenangan dan kebesaran hati dalam menghadapi penderitaannya
  2. Si sakit mempunyai iman dan harapan pada belaskasih Allah
  3. Si sakit memperoleh kesembuhan jiwa dan bila Tuhan menghendaki,kesembuhan badan juga
  4. Si sakit mendapatkan pengampunan dosa

[1] Viaticum bisa dianalogikan seperti bekal perjalanan sebelum orang bepergian

[2] Dosa dianggap sebagai suatu penyakit yang begitu berbahaya; mendatangkan kematian jiwa sehingga orang jauh dari Tuhan. Dalam dunia Kitab Suci perjanjian lama kerap kali sakit fisik dihubungkan dengan dosa seseorang.