AGM 7 – 8 SABDA BAHAGIA

KEBAHAGIAAN adalah tujuan hidup semua orang. Namun apa itu KEBAHAGIAAN? Ada yang mengaitkan KEBAHAGIAAN dengan harta yang berlimpah atau status sosial yang tinggi atau berdasarkan hubungan sosial yang baik dengan orang lain, dsb. Yesus mengajarkan sesuatu yang berbeda. Orang yang berBAHAGIA adalah…

  1. Miskin di hadapan Allah (ay. 3)
  • Sikap berserah total kepada Tuhan, bukan mengandalkan kekuatan diri sendiri (harta, prestise, kekuasaan, kedudukan, dll)
  • Orang yang mengandalkan Allah dalam hidupnya

2. Berduka cita (ay. 4)

  • menangis karena bersedih atau patah hati atau kecewa, dsb, melainkan orang yang tegar dalam menghadapi masalah
  • Orang yang berduka cita atas dosa dan kesalahannya serta dosa-dosa orang lain

 3. Lemah lembut (ay. 5)

  • Orang yang rendah hati, tidak mengumpat, tidak bereaksi keras meskipun dihina dan dilukai hatinya
  • Orang yang tidak bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain

 4. Lapar dan haus akan kebenaran (ay. 6)

  • Orang yang lebih mengutamakan kebutuhan rohani dan menjunjung nilai-nilai kebenaran (kejujuran, kebaikan)

 5. Murah hati (ay. 7)

  • Orang yang bersedia untuk mengampuni dan mengasihi sesamanya tanpa pandang bulu.
  • Orang yang ringan tangan dalam memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan

 6. Suci hati (ay. 8)

  • Orang yang mengarahkan seluruh hidupnya kepada kehendak Allah.

 7. Membawa damai (ay. 9)

  • Orang yang menciptakan kedamaian dan kerukunan demi sebuah persaudaraan sejati.

 8. Dianiaya oleh sebab kebenaran dan karena Aku, dicela dan dianiaya (ay. 11)

  • Orang yang setia kepada Allah meskipun mendapat celaan dan penganiayaan.

Sabda bahagia bukan sebuah resep untuk bahagia. Sabda Bahagia mempunyai maksud sbb:

“Sabda Bahagia mempunyai nilai eskatologis. Eskatologis artinya berkaitan dengan akhir zaman. Sabda bahagia merupakan tuntutan atau prasyarat bagi semua orang yang ingin masuk dalam kerajaan surga.”